education, music, healthy, and history

Senin, 23 April 2018

tuan kelana

senandung jiwa pengelana
datang dan pergi ditengah prahara
memanjatkan doa lewat rasa
menghirup oksigen dalam relung kecilnya

berkelana, menantan rasi bintang
menuntut semua yang membuat ia gundah
mencari setiap rasa ditengah lebatnya hutan aksara
menepi ditengah padang rumput gersang

sang pengalan, bolehkah hamba bersamamu?
menapaki jejak tiap jejak para pemburu rasa
disetiap karsa kuasa serta ingatannya
tentang bumi yang tak lagi memuda

antara rasi bintang dan kota
kita tersesat didalam kata bimbang
menenggelamkan diri di telaga kecewa
menyeret karat kedalam hati baja

pengelana tetap pengelana
menjelajahi ruang hampa, menduduki getirnya romansa
membuang rasa, mendapatkan masa
demi ilmu pengetahuan, semua terasa indah kala dia menduduki puncak kuasa

disetiap ladang gersang, ada cerita antara tanah dan rembulan
menceritakan tentang dia yang ingin melayang
menduduki singgasana raja
bersembunyi ditengah rasa prahara

andai kau tau tuan, ada hati yang tersakiti kini
menanggung beban yang kau tinggalkan
berteman dengan kekecewaan, seatap dengan kebencian
mengutuk setiap tindak tandukmu, hanya menyeret ketiadaan yang tak nyata

hanya pengelana, pengelana yang lupa jalan pulang
tersesat ditengah kebimbangan semesta
tertidur dibawah atap semesta, berlantaikan bumi yang tak berkuasa
ditengah riuh buih dilautan, biarkan semuanya terlarung diluasnya samudra

memecahkan kebuntuan, meniadakan emosi jiwa
menjadi sang penerbang yang lupa akan rumah
menjadi ilalang yang menetap disisi singgana tuanya
dan pengelana, semoga jasadmu tak seperih rasamu

Minggu, 22 April 2018

kau

kau datang diantara pekat sepi,,
mengutarakan nada dengan kata
mengutarakan rasa dengan cerita
pekat hitampun terasa seperti benalu

melangkahpun kau pun tak tau, merontapun jiwa yang bersimpuh
menanggung ribuan buih rindu yang menyatu dengan ragu
menyentak ironi dalam mimpi
menyentak nada, dan kau melukis luka


dan kau, seperti bunga ditengah ladang tandus
indah namun menyiksa karsa mata
menyeret pengelana yang terluka
memetik dan terluka oleh duri tajam yang mengoyak luka

entah berapa lama, senyawa itu menggelitikku
mengucap namamu di setiap tawa ataupun rindu
seperti hujan yang merindukan bumi, seperti bulan yang merindukan mentari
aku dan kau, semuanya terasa seperti nostalgia


dan bila kau datang, jangan kau bawa sebuah luka
jangan kau bawa sebuah tawa, jangan kau usik sebuah rindu yang terluka
biarkan dia, tertatih dan mati dalam imajinya
terbenam dalam sunyinya telaga kuasa


biarkan kebisingan menimbun rsa
menyembunyikanku dalam fatamorgana
biarkan setiap inci selku merekayasa
melupakan setiap sentuhan, melupakan setiap memori yang tertanam

kau, jangan kau datang
biarkan aku terlelap, jangan kau bangunkan jiwa renta
bila kau datang, bolehkah aku meminta?
titipkan jasadku rasaku kepada sang hujan

Sabtu, 21 April 2018

sang pengelana

pagi itu sperti biasa, nyanyian biduan pagi mulai bergema. antara senandung dan tarian alam ibu pertiwi aku hany bisa melihat dan menikmati kesahduan pagi. Bagi mereka yang memiliki rumah, mungkin itu adalah hal indah ketika memulai aktivitas. aku hanya bisa membayangkan saja, bagi seorang pengembara hanya bisa menikmati hutan dan kerasnya alam, menikmati hujan yang merindukan bumi. Berjalan dan terus berjalan ditengah padang bunga nan indah. Hari ini juga begitu, melanjutkan kembali perjalananku yang entah sampai kapan akan terhenti. pagi ini setelah membereskan peralatanku, aku kembali melanjutkan perjalanan panjang untuk berjumpa dengan kota selajutnya. Aku hanya bosan, tak ada yang bisa membayangkan perjalanan sendiri tanpa tujuan yang jelas. Fajar kali ini pun sangat indah, aku lalui jalan setapak ini dengan beberapa kebosanan yang selalu dan selalu aku rasakan. Tiap hutan, lembah, atau sungai mereka punya ceritanya masing-masing. Menjebak pengelana untuk tetap disana sampai akhirnya dia menyatu dengan semesta. Banyak sekali yang aku temukan, mulai dari perkampungan yang mati, para pertapa gila yang mencari kesaktian, nyanyian para dewi kayangan, sampai tangisan dari arwah pendendam. Tidak hanya itu, terkadang yang mereka anggap dewa pun datang dibekas kuil tua yang tak berpenghuni. Berjalan dan terkadang sesekali tertawa melihat tempat yang dulunya ramai kini hanya menjadi tempat tak bertuan. Sungguh alam punya cerita disetiap tempatnya, tak ada yang bisa menebak atau menahan betapa gilanya alam ketika bertidak.

Siang ini pun aku belum menemui tanda-tanda dari kota, hanya ada hutan tak bersekat. Hewan yang berlalu lalalng menemani perjalanan kali ini, ada kawanan rusa, kijang, kerbau, serta raja rimba yang berpatroli didaerah kekuasaannya. Tepat di antara 2 pohon tua aku melepaskan penat dari setiap inci otot tubuhku. Aku membuka bekal yang tekah aku siapkan malam itu, bekal seadanya tapi berarti bagi sang tuan ditubuhku. ketika keasyikan memakan bekalku,terdengah suara rintihan meminta pertolongan. Aku tak tau apakah itu manusia atupun makhluk lain yang sedang terjebak, aku hanya bisa memastikan dimana suara itu berasal. Aku bereskan bekalku, kemudian berjalan menuju kearah suara itu berasal. Kemudian apa yang aku dapati, sebuah pemandangan yang tak biasanya.Entah itu hewan sucikah, ibliskah, atau hewan raksasa tapi sosok itu pasti membuat siapapun yang melihat membatu ditempat dimana ia berdiri.Mungkin bentuknya seperti burung elang, dengan ukuran tubuhyang sangat tidak normal. Ukuran tubuh dengan panjang sekitarn 10 meter dan lebarnya sekitar 7 meter sedang tergeletak di lantai hutan. Apalagi dengan paruh dan cakar runcing berwarna hitam mengkilap. Antara rasa ragu , aku memberanikan diri mendekatinya. Sekitaran 3 meter , dia menoleh dan menatapku. Bola mata yang besar mengkilap bagaikan cermin raksasa mengamati pergerakanku. Aku hanya bisa menatap balik, membuat dia tidak menganggapku sebagai ancaman.aku dekati lebih dekat dan mulai melihat lukanya. Terdapat luka sayatan yang tidak terlalu besar tapi cukup banyak. Aku mencari tumbuhan obat,lalu menumbuknya dan membaluri keluka yang diderita makhluk tersebut. Aku memutuskan untuk menetap sampai dia benar-benar sembuh. Pada awalnya memang dia sedikit tidak suka dengan kehadiranku, apalagi ketika dia mulai berada di posisi siaga. Tersenyum dan bersabar menjadi pilihan terbaik untuk mengurusi sikapnya tersebut. ini akan terasa sangat lama pikirku sembari tersenyum sendiri.

Sudah hampir sebulan aku merawatnya, dan lukanya mulai membaik. Aku merasa lega, perjuanganku tidak sia-sia. Mulai dari merawat lukanya, mencarikan dia makan , sampai dia merasa nyaman di dekatku. Ini merupakan sensasi kebahagian tersendiri ketika dijalani, mendapatkan seorang teman walaupun bukan manusia. Kini merupakan perpisahanku dengannya, ketika dia sudah mendingan dari sebelum bertemu. Aku akan melanjutkan perjalan sepiku lagi. Aku hanya menatapnya, meletakkan tangan ku kedahinya, sambil tersenyum. Sepertinya merasakan perasaanku, dia mulai mengeluarkan air matanya. ternyata makhluk seperti dia bisa menangis juga. Sebelum aku pergi dia tiba-tiba bersuara. Bulu kudukku mulai berdiri, keringatku mulai bercucuran. Siapa yang tidak  merasa takut ketika hal yang diluar nalar terjadi,walaupun pengelana sepertiku yang sudah lama berurusan dengan hal seperti itu.
" terima kasih temanku, kau tak usah takut. Pada awalnya aku memang tidak ingin berbicara sepert ini kepadamu, namun setelah apa yang kau lakukan untukku mungkin tak ada salahnya aku berbicara kepadamu. Aku memang tak bisa mempercayai manusia, mereka terkadang selalu saja memburuku. Mengendalikanku dengan caranya. Hasrat hitam mereka yang terkadang membuatku membenci dan tidak ingin berurusan dengan mereka. Namun sepertinya kau orang yang berbeda, jiwamu sangat nyaman dan penuh dengan kedamaian. mungkin aku tak dapat memberimu apa-apa, namun ambilah ini temanku"
"apa ini? mengapa kau memberikannya kepadaku? aku tak butuh imbalan apapun, aku melakukannya karena aku suka. Bertemu dengan mu saja sudah membuatku senang." kataku kebingungan.
" Tak apa temanku, aku tahu kamu memang seperti itu. Namun ambilah ini, mungkin bisa berguna suatu saat nanti. Aku yakin kamu orang yang tepat untuk barang ini."
" Baiklah aku akan mengambilnya, tapi kalau boleh tau siapakah namamu teman?"
" Nara, itu namaku teman. Bila suatu saat kau membutuhkanku panggil saja namaku. Aku akan menemui."
"Baiklah nara, mungkin ini perpisahan kita. semoga saja kita dapat dipertemukan takdir untuk bertemu kembali".

Aku memeluknya, kemudian berbalik badan lalu melanjutkan langkahku untuk kekota. Ketika aku meninggalkannya ada perasaan aneh yang muncul. Aku kemudian menuntaskan rasa penasaranku dan berbalik menuju kearahnya. Namun apa yang terjadi, dia menghilang tanpa jejak. Suara kepakan sayapnya pun tidak terdengar. Aku hanya mematung lalu melanjutkan perjalananku. Mungkin ini sebuah rahasia yang tak akanku ceritakan kepada siapapun.

Setengah hari perjelanan, aku menemukan kuil kecil yang sudah tidak digunakan. Aku beristirahat disana melepaskan penatku. Bangunannya sangat khas sekali, dengan tempat yang sangat indah. Tempat terbaik untuk memanjatkan doa dan mencoba menyatu dengan semesta. Aku merebahkan badanku di sebuah pohon rindang yang indah. Pohon dengan bunga merah muda, yang menarik siapapun untuk datang dan berdiam disana. Tak berapa lama rasa kantukku muncul dan akhirnya aku tertidur. entah berapa lama aku tertidur, aku tidak tau. Ketika bangun suasana pagi yang kurasakan, seperti biasanya. kala itu terasa dingin, membuat tulangku bernyanyi. kabut yang menutupi membuat jiwa tenang. Di balik tebalnya kabut, ada sosok yang terlihat samar. Berdiri memandangi lembah dan hutan yang ada. Aku pun mencoba menuju kearahnya, sosok itu ternyata seorang gadis. Gadis yang sangat cantik, dengan wajah seperti dewi kayangan, mata indah bak bulan purnama, senyum indah dengan bibir merah  merona. Siapapun yang melihatnya pasti akan memuji kecantikannya yang luarbisa. Tepat di bawah rindang itu, mata berbalas dengan mata. Suasana menjadi hening, waktu terasa sangat terhenti. Seolah-olah menjebakku dengannya, mengikatku dengan pesonanya. Dia hanya tersenyum kepadaku, menatapku dengan mata indahnya. Oh tuhan , semua terasa seperti mimpi.

Dia hanya melihatku, tak curiga dan menganggapku seperti orang jahat. Aku mendekatinya dan mengajaknya memulai obrolan. aku rasa , aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama. Pikiranku pun tak memikirkan apa-apa, menganggap dia bukan manusia pun tak ada. Aku tak memperdulikan apapun, hanya ada perasaan yang membimbingku untuk kesana untuk menemuinya. Kami mengobrol panjang lebar soal semua hal, tanpa terasa sang fajar sudah berada di sepertiga langit. Kemudian aku bertanya dia ada disini. Dia menjawab alasannya, dan ada satu hal yang membuatku merasa bingung. Dia sendiri menatapku seakan kita pernah bertemu ataupun bersama. Soal perasaan yang terasa pun juga sama, ada perasaan nyaman ketika bersamanya.

" kau tau alasanku disini, menunggumu untuk datang ketempat ini. ketika kau ucapkan janji dibawah pohon sakura ini. Ketika nafas dan jiwa mulai terpisah, aku tau kita akan bertemu kembali. Menunggu disini selama ratusan tahun tak membuatku bosan. Ada rindu yang ingin berpulang kepadamu, ada resah yang menunggu untuk kau jemput."

"Rindu pun aku tak tau, namun kenapa kau menungguku? bertemu saja kita baru pertama.Aku hanya seorang pengembara yang kehilangan rumah. berkelana hanya untuk menuntaskan perasaanku. mengenal arti rumah yang dulu telah hilang dalam hidupku. kini kau bilang dikau menungguku puan? jangan buat aku menjadi bingung puan.'' kataku bingung.

"tak usah kau pikirkan, suatu saat kau akan menemukan jawaban tentang pertemuan ini. Aku tau bahwa kau akan kembali kesini, untuk menjemput rasaku kepadamu. walaupun kau orang yang berbeda, jiwa tetaplah dia yang ku kenal dan yang kucinta. Suatu saat nanti kita akan bertemu lagi, untuk menuntaskan janji yang pernah kita buat disini. semoga dewa mengabulkan permintaanku. terima kasih kau telah menemuiku, sekarang resahku telah usai. rindu ini biarkankan waktu yang memulangkan kepadamu."

Tanpa sadar dia mengecup pipiku, semuanya hening seketika. Wajahnya yang terlihat bahagia , membuat air mataku menetes seketika. ada perasaan yang muncul, namun aku tak tau apa. dia hanya tersenyum dan kemudian menghilang seketika. Bersamaan dengan kabut yang mulai lenyap. Kini kembali seperti semula, kuil tak dan pepohonan, aku rasa mungkin ada suatu jawaban yang harusku cari.
Aku melanjutkan pejalananku kekota, dia memberitahuku letak kota terdekat berada. Aku hanya ingin mencari jawaban yang dia katakan. Kini terselip sebuah perasaan rindu yang mulai menguasai jiwaki. pertemuan itu membuatku ingin mencari tahu tentang dia.

sore hari, aku tiba dikota itu. kota yang lumayan besar dengan penduduk yang ramai memberesi barang dagangannya. aku mencari penginapan dan bertanya kepada penduduk dimana kui terdekat berada. mereka menunjukkan arahnya kepadaku. Sampai dikuil itu aku merasa terkejut, bangunan itu terasa tak asing bagiku. setiap detilnya aku tau dan paham, ketika berada didalam pun tak ada yang berubah. dan yang membuatku terkejut dia yang aku temui ternyata dewi yang dipuja. aku langsung syok dan langsung keluar. berteriak dengan menantang langit sambil meneriaki semesta, kenapa hidupku seperti ini.

Rabu, 18 April 2018

makna lagu Brick by boring brick - Paramore

selamat malam, kali saya akan membahas makna sebua lagu dari paramore, yaitu Brick by boring brick. lagu ini menurut saya sangat bagus, baik dari segi musik, lirik, maupun dari segi video klipnya. pada video klip menggambarkan makna yang terkandung dalam lagu tersebut. Video klipnya yang berbau nuansa fantasy sangat kental ketika menontonnya, namun saya tidak akan membahas tentang videonya. berikut lirik lagunya:

"She lives in a fairy tale
Somewhere too far for us to find
Forgotten the taste and smell
Of the world that she’s left behind
It’s all about the exposure the lens I told her
The angles were all wrong now
She’s ripping wings off of butterflies

Keep your feet on the ground
When your head’s in the clouds
Well go get your shovel
And we’ll dig a deep hole
To bury the castle, bury the castle
Go get your shovel
And we’ll dig a deep hole
To bury the castle, bury the castle
Ba da ba ba da ba ba ha

So one day he found her crying
Coiled up on the dirty ground
Her prince finally came to save her
And the rest you can figure out
But it was a trick
And the clock struck twelve
Well make sure to build your house brick by boring brick
Or the wolf’s gonna blow it down

Keep your feet on the ground
When your head’s in the clouds
Well go get your shovel
And we’ll dig a deep hole
To bury the castle, bury the castle
Go get your shovel
And we’ll dig a deep hole
We’ll bury the castle, bury the castle

Well you built up a world of magic
Because your real life is tragic
Yeah you built up a world of magic
If it’s not real
You can’t hold it in your hand
You can’t feel it with your heart
And I won’t believe it
But if it’s true
You can see it with your eyes
Oh, even in the dark
And that’s where I want to be, yeah

Go get your shovel
And we’ll dig a deep hole
To bury the castle, bury the castle
Go get your shovel
And we’ll dig a deep hole
To bury the castle, bury the castle

Ba da ba ba da ba ba da
Ba da ba ba ba da ba ba
Ba da ba ba da ba ba da
Ba da ba ba ba ba ba ba"

Pada lagu ini judulnya memang sedikit asing dari kebanyakan lagu paramore pada umumunya , namun tanpa disadari memiliki maknanya bagus. Liriknya menceritakan tentang seseorang, entah itu dia ataupun orang lain yang mencoba lari dari kenyataan ketika dia merasa ada yang salah dengan kehidupannya. Dia mendapatkan tekanan , depresi, kekecewaan, dan merasa hidupnya tragis. Dia hanya  ingin merasakan ketenangan, mencoba membayangkan tentang indahnya alam imajinasi. Dia tak menyadari bahwa imajinasi juga tak selamanya indah. semuanya juga akan berbalik, hal yang indah terkadang belum tentu indah. Semua harusnya dihadapi, namun bila kau mempercayai suatu hal maka kau harus rasakan , buktikan, dan kau yakini bila kau anggap benar.  semuanya memiliki kepahitan tersendiri, dia merasa hidupnya tragis namun belum tentu begitu. semuanya hanya tergantung sudut pandang mana yang dia pakai.
menurut saya begitulah makna yang saya rasakan ketika mendengarkan lagu tersebut. Setiap pemaknaan tergantung dari orang yang mendengar dan merasakan perasaan apa yang tergambar di dirinya.


Selasa, 20 Februari 2018

supernova

ada sebuah supernova disana
tepat memancarkan cahaya terakhir saat rembulan tiba
tepat saat kau menemukanku meringkuk diatas sana
meringkuk ditengah alunan nada

supernova, tak ada yang ingin percaya
sebuah supernova, aku hanya melihatmu saja
melihatmu ditengah ladang rumput yang indah
saling bertatap, saling terenyuh menanggung rindu

suatu ketika kau kan mendapatiku
meringkuk menikmati sebuah cahaya
mungkin kau akan menemukanku
tepat disana, saat kau pejamkan mata dan ingin berjumpa


suatu hari kau kan menemukanku
terjebak diantara ledakan rasi bintang
menemui semua yang terlewati
antara kau dan aku disana tepat saling memejamkan mata

suatu hari kau kan melihatku, melihat dari kejauhan
entah itu kita atau hanya aku belaka
semua kan berjalan dengan lingkarannya
saling menemukan dipersimpangan jalan lainnya

entah itu sekarang atau nanti, aku masih menunggu jawaban
akan cerita usang yang mulai mendarah daging
yang menghilang seiring dengan supernova
kemudian datang ketika kau mulai bertanya, dapatkah aku melihatnya juga?

suatu hari, kita kan bertemu lagi
 mendapati diri dengan keinginan abadi
mengarahkan semua jalur tepat kesatu muara
dipersemayaman abadi di nirwana

suatu hari, bila kau menemukannya
jangan tanya aku, jangan kau meringkuk jua disana puan
tak ada yang kan kembali, atau mungkin jua menyatu
terselip diantara hujan dan rembulan

sudah berapa lama supernova kala itu
aku masih menunggumu menemukanku
diantara rimbunnya jejak kota, ataupun desa
yang meminang alam untuk bersembunyi

diantara kabut dan juga gelap gemuruh senja
menyimpan cerita tentang kita di sebuah kotak usang ini
tepat disini, dipersimpangan jalan ketika kita mulai bersua
mungkin juga tepat saat nafas terakhir mulai mendamaikan hati

suatu hari kau kan mendapatiku, terbebas dengan sebuah rasa dan penyesalan
melesat bagaikan merpati yang mulai menikmati dunia
meninggalkan sarang , tempat ia berlindung
menjelajahi alam baru disana, menemukan ranting serta dahan baru untuk bersinggah..

jangan kau kesana, aku takkan disana
kau hanya kan mendapati ribuan luka dan darah
demi mengakhiri hiatus panjang ini
bukannya kau juga lelah puan?

jangan sampai aku yang mendapatimu disana,
tempat dimana semua bermula
tepat dimana aku mengucap sumpah
tepat dimana aku memasang cincin dijari manismu sayang

suatu hari , kau mungkin juga kan melihatnya
tentang angkasa yang meneriaki kita
atau sebuah cinta yang tumbuh diantara benalu hari
suatu ketika mungkin kita hanya menjadi sebuah cerita

bila itu tiba, kuharap kau tak bertanya
tentang dimensi dimana lingkaran mengawali semuanya
tentang kasih yang terhalang nestapa
ya kita memang kan terlahir kembali dengan jiwa yang sama, namun alur ini tak sama sayang

dan kau dengar itu supernova?
sirius pun tak ingin mencampuri nada-NYA
atau saturnus yang menaburkan rasa cinta
tepat dikala semua bermula
(sumber:http://coolvibe.com/2011/fantasy-art-supernova/)

Jumat, 02 Februari 2018

tatap mata

ada sejuta kata saat melihat mata indahmu
ketika tatap mata bersua, terjebak disituasi yang tak kenal waktu
memikat sukma untuk tak beranjak
mengajak setiap indra berhenti sejenak

tatap mata yang telah bersua
diantara senyum manis wajah indahmu
menghantarkan sejuta kata indah untukmu
hanya untukmu yang diantara rimbunya hutan batu

tatap mata berbalas mata
mau dikata apa, sejuta rima tak cukup untuk melukiskanmu
ketika tertangkap situasi, imajinasi menemani mimpi
sejuta tawa, riuhnya kata cinta


selalu, ingin menatapmu puan
menelangsa hati rasaku puan
meneriaki ketidak sengajaan itu
aku merindu puan

suara dikepala, suara dikepala
 rasa jantung meledak rasanya
tatap mata tak sengaja
menuntun aku dan tatap teduh  matamu

Kamis, 25 Januari 2018

makna di balik lagu December- neckdeep

Pada kali ini ane akan membahas tentang lagu dari sebuah band Pop Punk yaitu Neckdeep yang berjudul December. Sekilas info tentang Neckdeep ,  Neck Deep adalah band pop punk yang dibentuk atau didirikan pada tahun 2012 beranggotakan 5 personil yaitu Ben Barlow (Vokal), Fil Thorpe-Evans (Bass), Dani Washington (Drum), Matt West (Gitar) dan Sam Bowden (Gitar). Lagu yang mereka bawakan sangat kental dengan aliran Pop Punk dengan lirik yang menurut ane cukup bagus dan mengandung makna yang sangat dalam. Lagu yang berjudul December ini tidak sengaja ane nemu di Youtube , sejak pertama kali denger aen langsug suka . Lagu tersebut dikemas dengan alunan instrumen yang lumayan easy listening bagi telinga masyarakat awam. Tidak terlalu keras namun saat mendengarnya kita akan merasakan perasaan emosional yang terdapata di lagu tersebut. Lagu December ini di buat dua versi, ada yang versi band dan juga akustik. Berikut adalah lirik dari lagu December.

 "Stumbled around the block a thousand times
 You missed every call that I had tried
So now I'm giving up
A heartbreak in mid December
You don't give a fuck
You never remember me
While you're pulling on his jeans
Getting lost in the big city
I was looking out our window
Watching all the cars go
Wondering if I'll see Chicago
Or a sunset on the west coast
Or will I die in the cold
Feeling blue and alone
I wonder if you'll ever hear this song on your stereo

I hope you get your ball room floor
Your perfect house with rose red doors
I'm the last thing you'd remember
It's been a long lonely December
I wish I'd known that less is more
But I was passed out on the floor
That's the last thing I remember
It's been a long lonely December

Cast me aside to show yourself in a better light
I came out breathing barely breathing and you came out alright
But I'm sure you'll take his hand
I hope he's better than I ever could have been
My mistakes were not intentions this is a list of my confessions I couldn't say

Pain is never permanent but tonight it's killing me

I hope you get your ball room floor
Your perfect house with rose red doors
I'm the last thing you'd remember
It's been a long lonely December
I wish I'd known that less is more
But I was passed out on the floor
That's the last thing I remember
It's been a long lonely December

I miss your face
You're in my head
There's so many things that I should have said
A year of suffering, a lesson learned [x2]

I hope you get your ball room floor
Your perfect house with rose red doors
I'm the last thing you'd remember
It's been a long lonely December
I wish I'd known that less is more
But I was passed out on the floor
That's the last thing I remember
It's been a long lonely December "


Lagu Desembe ini bercerita tentang seseorang yang patah hati akibat putus dengan kekasihnya. Dia disini merasa menyesal karena kesalahan - kesalaha yang dia buat. Perasaan bersalah dan penyesalan selalu menghantui dirinya sehingga dia tidak dapat untuk lepas dari penyesalan itu. Ditambah dengan kenangan mereka mengakibatkan dia gagal untuk move on. Perasaan penyesalan di tuangkan dalam lirik pada lagu ini , dan dia juga berharap untuk bisa memperbaiki kesalahannya. Walau dia tahu bahwa dia tidak dapat memperbaiki kesalahannya tersebut. Pada bagian reff tersebut dia berharap mantan kekasihnya tersebut mendapatkan seseorang yang lebih baik dari dirinya. Seseorang yang dapat memberikan kenyamanan dan  menjadi seperti yang dirinya harapkan.

Selanjutnya pada lirik seberuk reff terakhir dia mengungkapkan perasaan rindunya terhdapa mantannya  tersebut. Walau mantanya tersebut telah melupakannya, dia selalu teringat akan mantannya tersebut Dia juga merasakan kesepian yang mendalam pada bulan desember, mungkin aja dia putus pas bulan desember hehe.

menurut ane itulah makna yang disampaikan dari lagu  December tersebut. Pemaknaan sendiri tergantung dari orang yang mendengarkan lagu . Ditambah lagi saat perasaan lagu  galau , hal tersebut dapat membuat orang meresapi lagu tersebut. Menurut ane mereka menghasilkan lagu dengan lirik yang bagus dengan makna yang dalam. Sehingga membuat ane ngak bosen - bosen dengerin lagunya. sekian dulu dari ane hehe :D.